Tilawah Al Qur'an Baiknya Suara Keras, Pelan atau di Dalam Hati?

ย 

Ustadz Menjawab
Hari/Tanggal : Sabtu, 07 Maret 2026
Ustadz : Farid Nuโ€™man Hasan
==================

๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ

ุงู„ุณู„ุงู… ุนู„ูŠูƒู… ูˆุฑุญู…ุฉ ุงู„ู„ู‡ ูˆุจุฑูƒุงุชู‡

Ustadz...saya mau bertanyaโ€ฆ Lebih afdhol manakah membaca/tilawah Al-quran di masjid dengan suara pelan atau keras di Masjid, sedangkan di masjid tersebut masih ada yang dzikir?
Apakah membaca dalam hati itu bisa dikategorikan tilawah?ย 
Batasan pelan dan keras suara itu seperti apa?

Jawaban
========

ูˆุนู„ูŠูƒู… ุงู„ุณู„ุงู… ูˆุฑุญู…ุฉ ุงู„ู„ู‡ ูˆุจุฑูƒุงุชู‡

Bismillahirrahmanirrahim..

Membaca Al Quran baik dengan keras dan pelan, kedua-duanya sama-sama diperbolehkan pada kondisinya masing-masing.

Abu Qatadah mengatakan:

ุฃูŽู†ู‘ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ูŽ ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ุฎูŽุฑูŽุฌูŽ ู„ูŽูŠู’ู„ูŽุฉู‹ ููŽุฅูุฐูŽุง ู‡ููˆูŽ ุจูุฃูŽุจููŠ ุจูŽูƒู’ุฑู ุฑูŽุถููŠูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู†ู’ู‡ู ูŠูุตูŽู„ู‘ููŠ ูŠูŽุฎู’ููุถู ู…ูู†ู’ ุตูŽูˆู’ุชูู‡ู ู‚ูŽุงู„ูŽ ูˆูŽู…ูŽุฑู‘ูŽ ุจูุนูู…ูŽุฑูŽ ุจู’ู†ู ุงู„ู’ุฎูŽุทู‘ูŽุงุจู ูˆูŽู‡ููˆูŽ ูŠูุตูŽู„ู‘ููŠ ุฑูŽุงููุนู‹ุง ุตูŽูˆู’ุชูŽู‡ู ู‚ูŽุงู„ูŽ ููŽู„ูŽู…ู‘ูŽุง ุงุฌู’ุชูŽู…ูŽุนูŽุง ุนูู†ู’ุฏูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ูŠูŽุง ุฃูŽุจูŽุง ุจูŽูƒู’ุฑู ู…ูŽุฑูŽุฑู’ุชู ุจููƒูŽ ูˆูŽุฃูŽู†ู’ุชูŽ ุชูุตูŽู„ู‘ููŠ ุชูŽุฎู’ููุถู ุตูŽูˆู’ุชูŽูƒูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ู‚ูŽุฏู’ ุฃูŽุณู’ู…ูŽุนู’ุชู ู…ูŽู†ู’ ู†ูŽุงุฌูŽูŠู’ุชู ูŠูŽุง ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ู‚ูŽุงู„ูŽ ูˆูŽู‚ูŽุงู„ูŽ ู„ูุนูู…ูŽุฑูŽ ู…ูŽุฑูŽุฑู’ุชู ุจููƒูŽ ูˆูŽุฃูŽู†ู’ุชูŽ ุชูุตูŽู„ู‘ููŠ ุฑูŽุงููุนู‹ุง ุตูŽูˆู’ุชูŽูƒูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ูŠูŽุง ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุฃููˆู‚ูุธู ุงู„ู’ูˆูŽุณู’ู†ูŽุงู†ูŽ ูˆูŽุฃูŽุทู’ุฑูุฏู ุงู„ุดู‘ูŽูŠู’ุทูŽุงู†ูŽย 

Pada suatu malam Nabi ๏ทบ keluar, lalu beliau mendapati Abu Bakar radhiallahu'anhu yang tengah shalat dengan memelankan suaranya." Abu Qatadah berkata, "Dan beliau juga bertemu dengan Umar bin Khattab yang tengah shalat dengan mengangkat suaranya." Abu Qatadah melanjutkan, "Ketika keduanya berkumpul di hadapan Nabi ๏ทบ, beliau bersabda kepada Abu Bakar, "Aku melawatimu ketika kamu sedang salat dengan memelankan suara." Abu Bakar menjawab, "Suaraku hanya cukup di dengar (Allah) tempatku bermunajat wahai Rasulullah." Abu Qatadah berkata, "Lalu beliau bersabda kepada Umar, "Sedangkan kamu mengangkat suaramu." Umar berkata, "Wahai Rasulullah, supaya saya dapat membangunkan orang tidur dan mengusir setan."
(HR. Abu Daud no. 1329, shahih)

Aisyah Radhiyallahu 'Anha bercerita:

ุฃูŽู†ู‘ูŽ ุฑูŽุฌูู„ู‹ุง ู‚ูŽุงู…ูŽ ู…ูู†ู’ ุงู„ู„ู‘ูŽูŠู’ู„ู ููŽู‚ูŽุฑูŽุฃูŽ ููŽุฑูŽููŽุนูŽ ุตูŽูˆู’ุชูŽู‡ู ุจูุงู„ู’ู‚ูุฑู’ุขู†ู ููŽู„ูŽู…ู‘ูŽุง ุฃูŽุตู’ุจูŽุญูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ูŠูŽุฑู’ุญูŽู…ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ููู„ูŽุงู†ู‹ุง ูƒูŽุฃูŽูŠู‘ู ู…ูู†ู’ ุขูŠูŽุฉูย 

Bahwa seorang laki-laki sedang mengerjakan salat malam, *lalu membaca Al-Qur'an dengan mengangkat suaranya,* keesokan harinya, Rasulullah ๏ทบ bersabda, "Semoga Allah merahmati fulan, dia telah mengingatkanku terhadap ayat Al-Qur'an yang aku lupa ayat tersebut."
(HR. Abu Daud no. 1331, shahih)

Dua hadits ini menunjukkan bahwa Rasulullah ๏ทบ mengizinkan bahkan memuji meninggikan suara dalam membaca Al Quran, jika itu membawa maslahat seperti mengingatkan manusia, membuat semangat, mengusir setan, dan membangunkan manusia utk ibadah. Selama dilakukan aman dari riya', dan 'ujub.ย 

Namun kita dapati di hadits lain, Abu Said Radhiallahu 'Anhu mengatakan:

ย ุงุนู’ุชูŽูƒูŽููŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ูููŠ ุงู„ู’ู…ูŽุณู’ุฌูุฏู ููŽุณูŽู…ูุนูŽู‡ูู…ู’ ูŠูŽุฌู’ู‡ูŽุฑููˆู†ูŽ ุจูุงู„ู’ู‚ูุฑูŽุงุกูŽุฉู ููŽูƒูŽุดูŽููŽ ุงู„ุณู‘ูุชู’ุฑูŽ ูˆูŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุฃูŽู„ูŽุง ุฅูู†ู‘ูŽ ูƒูู„ู‘ูŽูƒูู…ู’ ู…ูู†ูŽุงุฌู ุฑูŽุจู‘ูŽู‡ู ููŽู„ูŽุง ูŠูุคู’ุฐููŠูŽู†ู‘ูŽ ุจูŽุนู’ุถููƒูู…ู’ ุจูŽุนู’ุถู‹ุง ูˆูŽู„ูŽุง ูŠูŽุฑู’ููŽุนู’ ุจูŽุนู’ุถููƒูู…ู’ ุนูŽู„ูŽู‰ ุจูŽุนู’ุถู ูููŠ ุงู„ู’ู‚ูุฑูŽุงุกูŽุฉู ุฃูŽูˆู’ ู‚ูŽุงู„ูŽ ูููŠ ุงู„ุตู‘ูŽู„ูŽุงุฉู

Suatu ketika Rasulullah ๏ทบ beriktikaf di masjid, lalu beliau menedengar para sahabatnya mengeraskan bacaan (Al-Qur'an) mereka, lantas beliau membuka tirai seraya bersabda: "Ketahuilah, bahwasanya setiap kalian sedang bermunajat kepada Allah, oleh karena itu janganlah sebagian kalian mengganggu sebagian yang lain dan jangan pula saling mengeraskan suara dalam membaca (Al-Qur'an) atau dalam salatnya."
(HR. Abu Daud no. 1332, shahih)

Di hadits ini, justru Rasulullah ๏ทบ melarang mengeraskan suara jika sampai mengganggu orang lain yang sedang ibadah. Kadang ada juga yang mengeras membaca Al Quran di masjid di tengah-tengah sedang ada kajian atau ta'lim. Maka, yang seperti ini yang terlarang.

Imam An Nawawi mengatakan:

ูˆุฃู…ุง ุงู„ุขุซุงุฑ ุนู† ุงู„ุตุญุงุจุฉ ูˆุงู„ุชุงุจุนูŠู† ู…ู† ุฃู‚ูˆุงู„ู‡ู… ูˆุฃูุนุงู„ู‡ู… ูุฃูƒุซุฑ ู…ู† ุฃู† ุชุญุตุฑุŒ ูˆุฃุดู‡ุฑ ู…ู† ุฃู† ุชุฐูƒุฑุŒ ูˆู‡ุฐุง ูƒู„ู‡ ููŠู…ู† ู„ุง ูŠุฎุงู ุฑูŠุงุกู‹ุŒ ูˆู„ุง ุฅุนุฌุงุจุงู‹ุŒ ูˆู„ุง ู†ุญูˆู‡ู…ุง ู…ู† ุงู„ู‚ุจุงุฆุญุŒ ูˆู„ุง ูŠุคุฐูŠ ุฌู…ุงุนุฉ ูŠู„ุจุณ ุนู„ูŠู‡ู… ุตู„ุงุชู‡ู… ูˆูŠุฎู„ุทู‡ุง ุนู„ูŠู‡ู…
Adapun atsar-atsar dari para sahabat dan para tabiโ€˜in, berupa ucapan dan perbuatan mereka, jumlahnya lebih banyak daripada dapat dihitung, dan lebih masyhur daripada perlu disebutkan satu per satu. Semua ini berlaku bagi orang yang tidak khawatir terkena riyaโ€™, tidak pula ujub, dan tidak terkena keburukan-keburukan semacam itu, serta tidak (mengeraskan suara sampai) mengganggu jamaah lain sehingga membuat mereka kacau dalam bacaan shalatnya dan mencampuradukkannya.

ย (At Tibyan fi Adab Hamalatil Quran, hal. 60)

Syaikh Sayyid Sabiq Rahimahullah mengatakan:

ูŠุญุฑู… ุฑูุน ุงู„ุตูˆุช ุนู„ู‰ ูˆุฌู‡ ูŠุดูˆุด ุนู„ู‰ ุงู„ู…ุตู„ูŠู† ูˆู„ูˆ ุจู‚ุฑุงุกุฉ ุงู„ู‚ุฑุขู†. ูˆูŠุณุชุซู†ู‰ ู…ู† ุฐู„ูƒ ุฏุฑุณ ุงู„ุนู„ู….

โ€œDiharamkan mengeraskan suara (dimasjid) hingga menyebabkan terganggunya orang shalat walau pun yang dibaca itu adalah Al Quran, dikecualikan bagi yang sedang proses belajar mengajar Al Quran.โ€ (Fiqhus Sunnah, 1/251)ยน

Jadi, kesimpulannya:

- Membaca Al-Qurโ€™an boleh keras maupun pelan
- Keduanya dilakukan oleh Nabi ๏ทบ
- Dipilih sesuai maslahat hati, kondisi sekitar, kekhusyukan, dan tidak mengganggu orang lain

Adapun membaca di hati, maka itu bukanlah tilawah, itu lebih tepat disebut merenung (tafakur, tadabur). Maka, hendaknya tahrikul lisan (gerakan lisan) saat membacanya, kecuali bagi orang yang sedang sakit dan tidak bisa menggerakkan lisannya.ย 

Imam Ibnu Al Hajib mengatakan:

ย ูˆูŽู„ูŽุง ูŠูŽุฌููˆุฒู ุฅุณู’ุฑูŽุงุฑูŒ ู…ูู†ู’ ุบูŽูŠู’ุฑู ุญูŽุฑูŽูƒูŽุฉู ู„ูุณูŽุงู†ู ; ู„ูุฃูŽู†ู‘ูŽู‡ู ุฅุฐูŽุง ู„ูŽู…ู’ ูŠูุญูŽุฑู‘ููƒู’ ู„ูุณูŽุงู†ูŽู‡ู ู„ูŽู…ู’ ูŠูŽู‚ู’ุฑูŽุฃู’ ูˆูŽุฅูู†ู‘ูŽู…ูŽุง ููŽูƒู‘ูŽุฑูŽ

Dan tidak boleh (disebut) membaca secara pelan tanpa menggerakkan lisan; karena jika ia tidak menggerakkan lisannya, berarti ia tidak membaca, melainkan hanya berpikir.

(Mawahib Al Jalil, 1/317)

Demikian. Wallahu A'lam

Sumber : https://t.me/UstadzFaridNuman
๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒบ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒบ๐Ÿƒ๐Ÿƒ

Dipersembahkan oleh : www.manis.id
Subscribe Youtube MANIS: https://youtube.com/c/MajelisManisOfficial
Follow Media Sosial MANIS :ย 
IG : http://instagram.com/majelismanis
FB: http://fb.com/majelismanis
TikTok
https://www.tiktok.com/@majelis_manis_

๐Ÿ“ฑInfo & Pendaftaran member : https://bit.ly/gabungmanis
๐Ÿ’ฐ Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSI : 7113816637
Konfirmasi:
wa.me/62852-7977-6222
wa.me/087891088812