
Ramadan 1447 H di lingkungan ASTRAtech adalah sebagai perjalanan penuh makna, perjalanan yang dimulai dari persiapan hati, diwujudkan dalam aksi nyata, dan ditutup dengan refleksi penuh syukur.

Perjalanan ini dimulai pada Rabu, 11 Februari 2026, melalui kegiatan Tarhib Ramadan yang menjadi titik awal penguatan diri. Bertempat di Komunal A STAR, suasana hangat terasa sejak awal, saat insan ASTRAtech berkumpul dengan satu niat: menyambut Ramadan dengan versi terbaik diri mereka.
Melalui tema “Upgrade Iman di Bulan Ramadan: Hati Bersih, Finansial Sehat, Hidup Bermartabat”, Ust. Asep Supardi, S.Pd.I mengajak peserta untuk tidak hanya fokus pada ibadah ritual, tetapi juga membangun keseimbangan hidup. Pesan tentang pentingnya kebersihan hati, pengelolaan finansial yang bijak, hingga menjaga martabat diri menjadi bekal awal yang membekas bagi seluruh peserta.

Memasuki Ramadan, semangat tersebut tidak berhenti pada diri sendiri. ASTRAtech melanjutkannya melalui Program MBG (Menu Berbuka Gratis), sebuah gerakan berbagi yang menghidupkan nilai kepedulian sosial. Sejak awal Ramadan hingga 20 Ramadan 1447 H, penggalangan donasi dilakukan dengan penuh antusias, melibatkan berbagai elemen kampus.
Setiap kontribusi yang terkumpul kemudian diwujudkan dalam distribusi makanan berbuka yang dilaksanakan mulai 1 Ramadan hingga 25 Ramadan 1447 H. Di setiap paket yang dibagikan, tersimpan makna kebersamaan, kepedulian, dan harapan, bahwa keberkahan Ramadan tidak hanya dirasakan, tetapi juga dibagikan.
Program ini ditutup dengan penyampaian laporan pada 29 Ramadan 1447 H, sebagai bentuk transparansi dan tanggung jawab. Lebih dari sekadar angka, laporan ini menjadi cerminan bahwa setiap kebaikan yang dilakukan memiliki dampak nyata.

Setiap malam, insan ASTRAtech berkumpul dalam suasana khusyuk, menunaikan ibadah tarawih. Tarawih menjadi ruang kebersamaan yang sederhana namun penuh maknadi mana mahasiswa, dosen, dan karyawan berdiri dalam satu saf, menyatukan niat dan harapan di bulan penuh berkah.

Di tengah rangkaian tersebut, Ramadan di ASTRAtech juga diisi dengan penguatan nilai melalui Khutbah Jumat yang rutin dilaksanakan di Masjid Asy Syabab Politeknik Astra. Setiap pekannya, pesan-pesan kebaikan terus digaungkan.

Ust. Dede Sulaiman, M.Pd. membuka rangkaian dengan tema “Jihad yang Sesungguhnya di Bulan Ramadan”, mengingatkan bahwa perjuangan terbesar adalah melawan diri sendiri. Dilanjutkan oleh Dr. Ir. Setia Abikusna, S.T., M.T., IPM., ASEAN Eng., yang mengangkat tema “Ramadan Melatih Kedisiplinan dan Tanggung Jawab”, sebuah refleksi mendalam tentang bagaimana ibadah membentuk karakter profesional. Sementara itu, Agus Ponco Putro, S.Pd., M.T. menutup rangkaian dengan tema “Ciri-ciri Orang Bertakwa”, memperkuat tujuan akhir dari perjalanan Ramadan itu sendiri.

Puncak kebersamaan terasa dalam kegiatan Buka Puasa Bersama yang diselenggarakan pada Rabu, 4 Maret 2026. Dengan tema “Ramadhan Fit: Energi Stabil, Ibadah Optimal, Kerja Maksimal”, suasana hangat dan penuh kekeluargaan begitu terasa.
Dalam sesi inspiratif, Ust. dr. Janni K. Matsalim, MKK, Sp.Ok, AIFO-K, HIMA memberikan perspektif unik tentang menjaga energi dan kesehatan selama berpuasa, sehingga insan ASTRAtech tetap dapat menjalankan ibadah secara optimal tanpa mengurangi produktivitas kerja. Acara ini tentunya diramaikan dengan acara berbagi yang diwakili oleh jajaran manajemen ASTRAtech.
Seluruh rangkaian kegiatan ini menjadi bukti bahwa Ramadan di ASTRAtech bukan sekadar tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi tentang bagaimana setiap individu bertumbuh secara spiritual, sosial, dan profesional. Dari Tarhib yang menyiapkan hati, Program MBG yang menggerakkan kepedulian, Khutbah Jumat yang menguatkan nilai, hingga kebersamaan dalam buka puasa, semuanya berpadu menjadi satu harmoni yang utuh.
Lebih dari itu, semangat ini juga menjadi refleksi dari perjalanan panjang Astra yang telah menginjak usia ke-69 tahun. Selama hampir tujuh dekade, Astra terus berkomitmen untuk memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa dan semangat itulah yang terus dihidupkan oleh insan ASTRAtech.
Bahwa pada akhirnya, Ramadan bukan hanya tentang menjadi pribadi yang lebih baik, tetapi juga tentang menjadi bagian dari kebaikan yang lebih besar.