Tiga Kisah Inspiratif dalam Qur’an tentang Pendidikan Anak
Masjid Al Barokah – 14 Ramadhan 1447 H / 4 Maret 2026
Sangatta – Pada Rabu pagi, 14 Ramadhan 1447 H / 4 Maret 2026, suasana Masjid Al Barokah dipenuhi semangat jamaah yang menghadiri kajian bertema “Tiga Kisah Inspiratif dalam Qur’an tentang Pendidikan Anak.” Kegiatan yang berlangsung pukul 08.00 – 10.00 WITA ini menjadi momentum berharga untuk menggali nilai-nilai pendidikan dari kisah-kisah agung dalam Al-Qur’an.
Dalam kajian tersebut, disampaikan bahwa Al-Qur’an bukan hanya kitab petunjuk ibadah, tetapi juga sumber utama pendidikan keluarga. Ada banyak kisah yang memberikan teladan tentang bagaimana membentuk generasi yang beriman, berakhlak, dan tangguh.
1. Kisah Luqmanul Hakim dan Nasihat Tauhid
Kisah Luqman yang menasihati anaknya mengajarkan pentingnya menanamkan tauhid sejak dini. Pendidikan pertama dan utama adalah mengenalkan anak kepada Allah SWT, menjauhkan dari syirik, serta membiasakan sholat dan akhlak mulia. Nasihat Luqman juga menunjukkan metode pendidikan yang lembut, penuh hikmah, dan dialogis.
2. Kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail
Keteladanan Nabi Ibrahim dalam mendidik Nabi Ismail mengajarkan pentingnya komunikasi, keteladanan, dan ketaatan kepada Allah. Ketika diperintahkan untuk menyembelih putranya, Nabi Ibrahim berdialog dengan Ismail. Ini menunjukkan bahwa pendidikan anak bukan dengan paksaan, melainkan dengan membangun keimanan dan kesadaran bersama.
3. Kisah Nabi Nuh dan Anaknya
Kisah Nabi Nuh memberikan pelajaran bahwa orang tua tetap memiliki tanggung jawab untuk berdakwah dan membimbing anak, meskipun hasilnya kembali kepada kehendak Allah. Pendidikan membutuhkan kesabaran, doa, dan usaha yang terus-menerus.
Para jamaah mengikuti kajian dengan penuh perhatian dan antusias. Tema ini sangat relevan, khususnya bagi para orang tua yang ingin membangun keluarga yang kokoh di tengah tantangan zaman.
Melalui kajian ini, diharapkan setiap keluarga dapat meneladani nilai-nilai pendidikan dari Al-Qur’an, sehingga lahir generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat dalam iman dan akhlak. Ramadhan menjadi waktu terbaik untuk memperbaiki pola asuh dan memperkuat peran orang tua sebagai pendidik utama dalam keluarga.
Lilik Nuryanto
DKM Pama sangata